Friday, 21 June 2013

Belajar Bahasa Jepang


Hai sobat AKSI, sudah siap untuk belajar bahasa selanjutnya? Untuk terbitan kali ini kami mengajak pembaca untuk mempelajari bahasa dari Negara yang terletak di Asia Timur tepatnya Jepang. Begitu mengagumkan bukan Negara yang berhasil menyaingi AS di kancah internasional ini. Semoga suatu hari nanti Indonesia dapat menyusul, Amin. Eits! Tetapi kalau belum bisa Bahasa Indonesia dilarang keras untuk mempelajarinya, utamakan bahasamu terlebih dahulu. Ok?


Watashi (saya)
Seito (murid)
Sensei (guru)
Gaikokujin (orang asing)
Nihonjin (orang jepang)
Amerikajin (orang amerika)
Anata (anda)
Kaishain (pegawai)
Anata (anda)
Mo (juga)
De arimasen (bukan)
Hai (ya)
Iie (tidak)
Sou (begitu)
San (tuan/nyonya)
Jin (bangsa)
Nani jin (orang apa)

Ohayou / Ohayou gozaimasu (Selamat pagi)
Konnichiwa (Selamat siang)
Konbanwa (Selamat malam)
Yoroshiku onegaishimasu (Mohon bimbingannya / mohon bantuannya)
O genki desu ka? (Apakah Anda sehat?)
O kage desu (Saya sehat-sehat saj)
Kyou wa ii o tenki desu ne? (Cuaca hari ini bagus, bukan?)
Youkoso! (Selamat datang!)
Moshi-moshi [Halo (berbicara lewat telepon)]
Hai [Ya (untuk menyetujui sesuatu atau menjawab pertanyaan)]
Iie [Tidak (kebalikannya “hai”)]
Arigatou / Arigatou gozaimasu (Terima kasih)
Gomen na sai (Mohon maaf)
Sumimasen (Permisi)
Zannen desu (Sayang sekali / amat disayangkan)
Omedetto, ne (Selamat ya)
Dame / Dame desu yo (Jangan / sebaiknya jangan)
Suteki desu ne (Bagus ya… / “indah ya…)
Sugoi! / Sugoi desu yo! (Hebat!)
Sou desu ka (Jadi begitu…)
Daijoubu desu / Heiki desu [(saya) tidak apa-apa / (saya) baik-baik saja]

A.    Penggunaan "Wa"
Susunan kalimat nominal dalam bahasa jepang adalah sebagai berikut :
[____] wa [____] desu = [____] adalah [____]
Jadi tiap kata yang berkedudukan sebagai pokok kalimat selalu diberi kata wa dan
Sesudah sebutan (predikat) harus diberi kata desu.
Contoh:
.        [_Watashi_] wa [_Andi_] desu = [_Saya_] adalah [_Andi_] 
.       [_Kochira_] wa [_Siti_] desu = [_Yang ini_] adalah [_Siti_]

B.  Penggunan “San” atau “Sama”

Untuk menunjukkan penghormatan terhadap seseorang.
 [____] san atau [____] sama = tuan [____] 


.       [_Andi_] san = Tuan [_Andi_]
.       [_Maria_] sama = Nyonya [_Maria_]
.       [_Siti_] san = Nyonya [_Siti_]

C.  Kata Tanya “Ka”
Jika kita ingin membentuk kata tanya maka setelah kata desu harus ditambah kata Ka.
Contoh :
Yaseru san mo kaishain desu ka? = Yaser pegawai kah?
Hai sou desu = Ya,benar.

D.  Jenis-jenis Kata Tunjuk
1. Kono (ini)
Dipergunakan bila benda yang ditunjuk dekat dari pembicara (orang ke-1) dan jauh dari orang yang diajak
bicara (orang ke-2).
2. Sono (itu)
Dipergunakan bila benda yang ditunjuk jauh dari pembicara (orang ke-1) dan dekat dengan orang yang diajak
bicara (orang ke-2).
3. Ano (itu)
Dipergunakan bila benda yang ditunjuk sama-sama jauh dari pembicara dan orang yang diajak bicara.

#Pemakaian kata Kore, Sore, dan Are
Kita mempergunakan kata penunjuk jika kata penunjuk itu berkedudukan sebagai subyek (pengganti benda).
karena sebagai subyek, maka setelah kata tunjuk selalu ditambah kata Wa.

Misalnya :
Ini mahal.
Kore wa takai desu.

Contoh dalam kalimat :
A. Kore wa yuubinkyouku de wa arimasen = Ini bukan kantor pos
B. Sore wa nihonsei de wa arimasen = Itu bukan buatan jepang
C. Are wa jiten de wa arimasen = Itu bukan kamus

Perbedaan pemakaian kata KORE,SORE dan ARE sama dengan pemakaian pada kata KONO,SONO,ANO.
Contoh cara pembacaan dalam pelajaran :
1. Desu = dibaca "des" (huruf u diakhir kata tidak dibaca)
2. Gakkou = huruf o dibaca panjang
3. Ookii = huruf "o" dan "i" dibaca panjang
4. Narimashita = dibaca "narimasta" (huruf "i" tidak dibaca)
5. Nihon = dibaca "nihong" (huruf "n" diakhir kata dibaca "ng")


Sumber : (indofanster.org), (learnjapanese.web.id).

No comments:

Post a Comment

Kegiatan Pengembangan Pendidikan Karakter untuk Anak

Membangun Karakter untuk Anak-Anak— Mengajar anak-anak untuk memiliki moral dan nilai yang baik memang sulit, tetapi ini mungkin salah satu ...