Hai sobat AKSI, sudah siap untuk
belajar bahasa selanjutnya? Untuk terbitan kali ini kami mengajak pembaca untuk
mempelajari bahasa dari Negara yang terletak di Asia Timur tepatnya Jepang.
Begitu mengagumkan bukan Negara yang berhasil menyaingi AS di kancah
internasional ini. Semoga suatu hari nanti Indonesia dapat menyusul, Amin. Eits! Tetapi kalau belum bisa Bahasa Indonesia dilarang keras untuk
mempelajarinya, utamakan bahasamu terlebih dahulu. Ok?
Watashi (saya)
Seito (murid)
Sensei (guru)
Gaikokujin (orang asing)
Nihonjin (orang jepang)
Amerikajin (orang amerika)
Anata (anda)
Kaishain (pegawai)
Anata (anda)
Mo (juga)
De arimasen (bukan)
Hai (ya)
Iie (tidak)
Sou (begitu)
San (tuan/nyonya)
Jin (bangsa)
Nani jin (orang apa)
Ohayou / Ohayou
gozaimasu (Selamat pagi)
Konnichiwa (Selamat
siang)
Konbanwa (Selamat
malam)
Yoroshiku
onegaishimasu (Mohon
bimbingannya / mohon bantuannya)
O genki desu ka? (Apakah
Anda sehat?)
O kage desu (Saya
sehat-sehat saj)
Kyou wa ii o
tenki desu ne? (Cuaca hari
ini bagus, bukan?)
Youkoso! (Selamat datang!)
Moshi-moshi [Halo (berbicara lewat telepon)]
Hai [Ya (untuk menyetujui sesuatu atau menjawab pertanyaan)]
Iie [Tidak (kebalikannya “hai”)]
Arigatou / Arigatou gozaimasu (Terima kasih)
Gomen na sai (Mohon maaf)
Sumimasen (Permisi)
Zannen desu (Sayang
sekali / amat disayangkan)
Omedetto, ne (Selamat ya)
Dame / Dame desu
yo (Jangan / sebaiknya jangan)
Suteki desu ne (Bagus
ya… / “indah ya…)
Sugoi! / Sugoi
desu yo! (Hebat!)
Sou desu ka (Jadi begitu…)
Daijoubu desu /
Heiki desu [(saya) tidak
apa-apa / (saya) baik-baik saja]
Susunan kalimat nominal dalam bahasa jepang adalah sebagai
berikut :
[____] wa [____] desu = [____] adalah [____]
Jadi tiap kata yang berkedudukan sebagai pokok kalimat
selalu diberi kata wa dan
Sesudah sebutan (predikat) harus diberi kata desu.
Contoh:
. [_Watashi_]
wa [_Andi_] desu = [_Saya_] adalah [_Andi_]
. [_Kochira_] wa [_Siti_] desu = [_Yang
ini_] adalah [_Siti_]
B. Penggunan “San”
atau “Sama”
. [_Andi_]
san = Tuan [_Andi_]
Untuk
menunjukkan penghormatan terhadap seseorang.
[____] san atau [____] sama = tuan [____]
. [_Maria_]
sama = Nyonya [_Maria_]
. [_Siti_]
san = Nyonya [_Siti_]
C. Kata
Tanya “Ka”
D. Jenis-jenis
Kata Tunjuk
Jika kita ingin membentuk kata tanya maka setelah kata desu harus ditambah kata Ka.
Contoh :
Yaseru san mo kaishain
desu ka? = Yaser pegawai kah?
Hai sou desu = Ya,benar.
1.
Kono (ini)
Dipergunakan
bila benda yang ditunjuk dekat dari pembicara (orang ke-1) dan jauh dari orang
yang diajak
bicara
(orang ke-2).
2.
Sono (itu)
Dipergunakan
bila benda yang ditunjuk jauh dari pembicara (orang ke-1) dan dekat dengan
orang yang diajak
bicara
(orang ke-2).
3.
Ano (itu)
Dipergunakan
bila benda yang ditunjuk sama-sama jauh dari pembicara dan orang yang diajak
bicara.
#Pemakaian
kata Kore, Sore, dan Are
Kita
mempergunakan kata penunjuk jika kata penunjuk itu berkedudukan sebagai subyek
(pengganti benda).
karena
sebagai subyek, maka setelah kata tunjuk selalu ditambah kata Wa.
Misalnya
:
Ini
mahal.
Kore wa takai desu.
Contoh
dalam kalimat :
A.
Kore wa yuubinkyouku de wa arimasen =
Ini bukan kantor pos
B.
Sore wa nihonsei de wa arimasen = Itu
bukan buatan jepang
C.
Are wa jiten de wa arimasen = Itu
bukan kamus
Perbedaan
pemakaian kata KORE,SORE dan ARE sama dengan pemakaian pada kata KONO,SONO,ANO.
Contoh cara pembacaan dalam pelajaran :
1. Desu = dibaca "des" (huruf u
diakhir kata tidak dibaca)
2. Gakkou = huruf o dibaca panjang
3. Ookii = huruf "o" dan
"i" dibaca panjang
4. Narimashita = dibaca
"narimasta" (huruf "i" tidak dibaca)
5. Nihon = dibaca "nihong" (huruf
"n" diakhir kata dibaca "ng")
No comments:
Post a Comment