Saturday, 27 October 2018

KONSEP DASAR IPS: INDIVIDU DAN MASYARAKAT


A.    Pengertian Individu dan Masyarakat
1.      Pengertian Individu
Bila kita perhatikan dengan seksama, nampaknya tidak ada dua orang manusia atau lebih yang persis sama, baik dilihat dari sisi fisik (jasmani) maupun dari sisi psikis (rohani). Dari sisi fisik mungkin ada yang mirip, misalnya pada orang lahir kembar (lebih-lebih kembar siam). Tetapi dari sisi kejiwaan (psikis) atau kepribadiannya sangat sulit menemukan dua orang yang sama persis.
Setiap manusia lahir ke dunia dengan membawa potensi diri masing-masing yang dapat dikembangkan kemudian hari melalui proses belajar atau pendidikan. Oleh karena itu, manusia lahir sebagai makhluk individu, memiliki perbedaan yang khas dengan manusia lain, ini sesuai dengan pendapat Allport mengatakan bahwa individu berasal dari kata “individe“ yang berarti tidak dapat dibagi-bagi, maksudnya bahwa manusia merupakan satu kesatuan jiwa dan raga yang tak dapat dipisah satu sama lain. Seorang manusia dikatakan sebagai seorang suatu individu apabila adanya keterpaduan antara jiwa dan raganya. Kegiatan fisik yang dilakukan manusi merupakan manifestasi dari kegiatan psikisnya. Contohnya, seorang melakukan kegiatan menulis merupakan perintah darijiwa/psikisnya untuk menyuruh fisik (dalam hal ini tangannya) untuk menulis sesuatu dengan pulpen pada kertas. Tanpa adanya keterpaduan dari kedua spek tersebut maka manusia tidak dapat “atau”, manusia perseorangan“. Sebagai individu, manusia merupakan suatu sistem yang terdiri dari sub sistem psiko biologis dan sub sistem mental-psikologis.
Pada saat seorang anak lahir ke dunia ini, sampai usia kanak-kanak awal (sampai umur 5 tahun) ia mulai mengenal siapa dirinya. Melalui proses sosilalisai yang dimulai dari lingkungan keluarganya ia mulai mengenal “aku“ (self). Proses ini terus tumbuh dan berkembang sampai seseorang terbentuk kepribadiannya secara utuh. “Kepribadian adalah keseluruhan prilaku individu yang merupakan hasil interaksi antara potensi-potensi bio-psiko-fisik yang terbawa sejak lahir dengan rangkaian situasi yang terungkap pada tindakan dan perbuatan serta reaksi mental-psikologid, jika mendapat rangsangan dari lingkungan. (N. Sumaatmaja; 1986)
Selanjutnya Allport mengemukakan pula bahwa “Kepribadian adalah organisasi dinamis dari pada psiko-phisik seorang manusia yang turut menentukan cara-cara berprilaku dan bersikap yang unik (khas) dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya”
Memperhatikan dari kedua pengertian kepribadian di atas terdapat beberapa unsur yang sama mengenai kepribadian yaitu:
1.      Merupakan satu kesatuan fisik dan psikis
2.      Melahirka pola prilaku yang unik (khas) bagi setiap manusia
3.      Dalam rangka menyesuaikan diri dengan lingkungannya
Disamping manusia sebagai makhluk individu ia juga merupakan makhluk sosial, yang membutuhkan orang lain dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu manusia harus bergaul dengan manusia lain dan bermasyarakat.

2.       Pengertian Masyarakat
Kata masyarakat merupakan terjemahan dari kata (community atau komunitas). Secara definitif dapat didefinisikan sebagai kelompok manusia (individu) yang terdiri dari sejumlah keluarga yang bertempat tinggal di suatu tempat (wilayah) tertentu baik di desa mauoun di kota yang telah terjadi interaksi sosial antar anggotanya atau adanya hubungan sosial (social relationship) yang memiliki norma dan nilai tertentu yang harus dipatuhi oleh semua anggotanya dan memiliki tujuan tertentu pula. Sedangkan Selo Soemardjan (1962) mengemukakan bahwa : “ masyarakat adalah suatu wilayah kehidupsn sosial yang ditandai oleh suatu derajat hubungan tertentu “.
Adapun unsur-unsur dari masyarakat, Mac Iver dan Page mengemukakan sebagai berikut: ”(1) seperasaan, (2) sepenanggungan, dan (3) saling memerlukan”. Di samping ada bererapa tipe masyarakat setempat menurut Davis (1960:313) sebagai berikut: (1) jumlah penduduk, (2) luas, kekayaan dan kepadatan penduduk, (3) memiliki fungsi khusus dari masyarakat setempat teerhadap seluruh organisasi masyarakat yang bersangkutan. Tipe tersebut digunakan untuk membedakan jenis-jenis masyarakat setempat yang sederhana dan modern, masyarakat pedesaan dan perkotaan.
Pada masyarakat modern sering dibedakan antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan dalam bentuk “rural community” dan “urban community”. dalam kehidupan masyarakat pedesaan, hubungan yang terjadi antara anggota masyarakat terjalin secara erat, mendalam dengan sistem kehidupan berkelompok. Pekerjaan utama masyarakat biasanya terkonsentrasi pada sektor pertanian. Dalam mengolah pertanian cara-cara yang digunakan masih (sangat) tradisional dan tidak efisien yang lazim disebut sebagai “subsistence farming”. Pada umumnya golongan orang-orang tua dijadikan sebagai penasehat dalam kehidupan, sehingga peranan mereka menjadi begitu penting. Masalah yang timbul kemudian adalah sulitnya mereka mengadakan perubahan-perubahan. Hal ini disebabkan pandangan-pandangan mereka yang didasarkan pada tradisi yag kuat. Karena itu, sulit sekali untuk mengubah pola fikir, sikap maupun prilaku penduduknya. Kelangkaan alat komunikasi turut mempengaruhi terhadap proses perubahan-perubahan yang diharapkan. Salah satu arus komunikasi yang berkembang adalah desas-desus atau isu-isu yang biasanya negatif sifatnya.
Dilihat dari sudut pandang pemerintah, hubungan antara penguasa dengan rakyatnya berlangsung secara tidak resmi, di mana segala sesuatu yang menyangkut kepentingan bersama dilaksanakan secara musyawarah. Ciri lainnya ialah tidak adanya pembagian kerja yang tegas. Hal ini mengakibatkan sulit untuk memisahkan kedudukan dan peranan seseorang, misalnya kedudukan seorang kepala desa, akan tersentralisasi pada dirinya dengan mengangkap peranan, baik sebagai orang tua, pemimpin upacara-upacara adat dan lain-lain, khususnya di desa terpencil.
Pada masyarakat perkotaan (urban community) tekanan pengertian terletak pada sifat-sifat serta ciri-ciri kehidupan yang berbeda dengan masyarakat pedesaan anatara lain perbedaan dalam menilai keperluan hidup.
Yang menjadi pusat perhatian pada masyarakat desa dalam memperhatikan kebutuhan hidup dikhususkan pada keperluan utama dari kehidupan fungsi pakaian, makanan, rumah dan lain-lainnya. Sementara pada masyarakat kota, orang-orang telah memandang penggunaan kebtuhan hidup dari sudut pandang asyarakat sekitarnya. Perbedaan yang terlihat dari penekanan perhatian pada fungsi dan pemenuhan kebutuhan sosial. Bagi orang desa menilai makanan dari sudut pemenuhan kebutuhan biologis, pakaian untuk melidungi tubuh, rumah sebagai tempat tinggal. Ada pun bagi orang kota, makanan, pakian, dan rumah merupakan pemeuhan bagi kepuasan sosial di masyarakat.
Beberapa ciri lain yang menonjol antara masyarakat pedesaan dan perkotaan diantaranya seperti dikemkakan di bawah ini:
1.      Kehidupan keagamaan: bagi masyarakat pedesaan cenderung mengarah pada kehidupan agamis (religious trend), sedangkan pada kehidupan orang-orang kota mengarah kepada keduniawian (seculer trend). Hal ini disebabkan oleh cara berfikir yang berbeda.
2.      Kemandirian: hal yang penting masyarakat perkotaan adalah individu atau manusia sebagai perorangan menghadapi orang lain dengan latar belakang yang berbeda. Kebiasaan yang ada pada individu tidak sesuai denagan kebiasaan yang sesungguhnya.
3.      Pembagian kerja: pada masyarakat perkotaan pembagian kerja lebih tegas, sehingga mempunyai batas-batas yang nyata.
4.      Peluang memperoleh pekerjaan: dengan adanya pembagian kerja yang tegas, maka kemungkinan untuk memperoleh pekerjaan lebih banyak pada masyarakat kota dibanding warga pedesaan.
5.      Jalan pikiran: pola fikir rasioanal pada masyarakat perkotaan yang memungkinkan terjadinya interaksi berlandaskan kepentingan danbukan faktor pribadi.
6.      Jalan kehidupan: dengan jalan kehidupan yang cepat bagi warga kota, menempatkan dihargainya/pentingnya faktor waktu dalam mengejar kehidupan individu.
7.      Perubahan sosial pada masyarakat kota kemungkinan perubahan sosial lebih berguna dibangding desa, karena mereka lebih terbuka bagi adanya perubahan.

B. Struktur, Pranata, dan Proses Sosial Budaya
1.      Struktur Sosial
Kata struktur berasal dari bahasa inggris yaitu “ structure ” yang berarti susunan atau tingkatan dari sesuatu, baik itu berupa organisasi maupun mengenai susunan suatu masyarakat. Sedangkan kata social berasal dari ka socius yang berarti “ berkawan “. Adi secara etimologis struktur social dapat diartikan sebagai susunan dari berkawan. Koentjaraningrat (1990:172) mengemukakan bahwa struktur social merupakan susunan masyarakat dilihat dari berbagai sisi seperti kedudukan, peranan, dan tipe masyarakat sehingga kita dapat menggambarkan kaitan dari berbagai unsur masyarakat. 
Di sisi lain struktur social dapat pula menggambarkan suatu susunan masyarakat dilihat dari lapisan – lapisan yang ada dalam suatu masyarakat yang meliputi :
a.       Lapisan sosial rendah
b.      Lapisan sosial sedang
c.       Lapisan sosial tinggi
Dibawah ini terdapat beberapa teori tentang pelapisan social sebagai berikut :
a.       Teori Fungsionalis, yang dikemukakan oleh Emile Durkhem dalam bukunya “ The division of labor in society “ menyatakan bahwa setiap masyarakat memandang aktivitas yang satu lebih penting dari yang lainnya. Misalkan ada yang memandang bahwa agama sebagai kegiatan terpenting, sementara masyarakat lain memandang ekonomi atau kepahlawanan. Tinggi rendahnya kedudukan (lapisan sosial) seseorang dilihat dri kepentigan pandangannya itu. Kemudian Kingsley Davis dan Robert Moore mengemukakan pendapatnya bahwa posisi – posisi yang sangat penting dalam masyarakat diisi oleh orang paling berwenang. Orang yang memegang posisi tersebut, meskipun paling banyak memelukan latihan, akan mendapat penghargaan tertinggi, kemudian dikatakan bahwa posisi terpenting adalah yang paling penting bagi berfungsinya system social.
b.      Teori Reputasi atau teori  nama baik, menurut Wamer status seseorang ditetapkan oleh pendapat (pertimbangan) orang lain. Dasar pertimbangannya adalah pendapatan, prestise, dan pendidikan. Ia mengemukakan 6 macam tingkatan status yaitu :
1)   Upper- upper, contohnya orang kaya karena warisan/keturunan;
2)   Lower- upper, contohnya kayak arena hasil usaha sendiri;
3)   Upper-middle, ahli-ahli terdidik dan pengesahan yang berpendidikan tinggi;
4)   Lower- middle, golongan pekerja halus seperti sekretaris pegawai kantor;
5)   Upper- lower, yaitu pekerjaan kasar dengan status tetap;
6)   Lower-lower, orang-orang miskin yang tidak mempunyai pekerjaan tetap.
c.       Teori Struktur, sosiolog yang mengembangkan teori ini ialah Treiman. Ia mengambil kesimpulan bahwa dalam masyarakat yang berlainan tidak ada perbedaan dalam penyusunan tingkatan prestise pekerajaan. Dalil yang dikemukakan adalah :
1)     Setiap masyarakat mempunyai kebutuhan yang sama karena ada pembagian kerja yang sama
2)     Pembagian kerja yang terspesialisasikan cenderung melahirkan perbedaan penguasaan akan sumber sumber yang langka (keterampilan, kekuasaan dan kekayaan) jadi pembagian kerja tersebut melahirkan perbedaan kekuasaan atau wewenang.

2.      Pranata Sosial
Menurut Koentjaraningrat pranata social adalah suatu system tata kelakuan dan hubungan yang berpusat kepada aktivitas – aktivitas untuk memenuhi kompleks -kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat. Sedangkan menurut Soerjono Soekanto (dengan menggunakan istilah lembaga kemasyarakatan) adalah himpunan dari norma – norma dari segala tindakan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok di dalam kehidupan masyarakat.
Pranata social dalam pengertian ilmu sosial tidaklah sama persis dengan istilah lembaga dalam arti wadah atau badan. Pada dasarnya, pranata sosial bermula dari adanya kebutuhan manusia yang tidak terbatas dan pemenuhan kebutuhan tersebut perlu keteraturan sehingga perlu adanya norma yang mengatur.
Kebutuhan manusia yang sangat beragam memicu pranata sosial menadi beragam pula, misalkan manusia memiliki kebutuhan untuk hidup, berkembang dan memiliki keturunan. Oleh karena itu, manusia perlu membentuk pranata keluarga. Selain itu manusia juga memiliki kebutuhan untuk berhubungan dengan tuhannya yang disebut pranata agama. Kebutuhan manusia lainnya adalah dibidang pendidikan, maka lahirlah pranata pendidikan dalam bentuk sekolah dasar, sekolah lanjutan, sekolah menengah, universitas, pondok pesantren, madrasah, dan sebagainya. Kebutuhan untuk  mendapatkan dan mendistribusikan barang (sandang, pangan, papan, jasa, dll) merupakan dasar bagi lahirnya pranata ekonomi, kebutuhan dibidang politik akan melahirkan pranata politik yang berkaitan dengan peraturan penggunaan kekuasaan, yaitu berkaitan dengan pranata Negara, pemerintah, parlemen, desa, dan sebagainya. Pranata social memiliki fungsi sebagai berikut :
a.       Memberikan pedoman pada anggota – anggota masyarakat bagaimana mereka harus bertingkah laku atau bersikap baik didalam menghadapi permasalahan didalam masyarakat tersebut.
b.      Menjaga keutuhan dari masyarakat yang bersangkutan
c.       Memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan system pengendalian social (social control) yaitu system pengawasan masyarakat terhadap tingkah laku anggotanya.

3.      Proses Sosial Budaya
Para ahli antropologi mengemukakan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang muncul dalam diri manusia dengan belajar.
Kata kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta “budayah” yaitu budi atau akal, sehingga kebudayaan dapat diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan akal. Sedangkan budaya adalah “daya dari budi” yang berupa cipta, karsa, dan rasa. Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa kebudayaan adalah segala daya cipta, rasa dan karsa manusia dalam mengolah lingkungan baik lingkungan fisik maupun social agar menjadi sesuatu yang berguna dan bermanfaat serta menyenangkan baik secara lahir maupun batin.
Kebudayaan yang berkembang di suatu daerah terkadang bukan asli milik daerah tersebut, banyak dipengaruhi budaya lain seperti halnya Indonesia yang telah dipengaruhi oleh kebudayaan barat baik dari bahasa, gaya hidup, cara berpakaian dan sebagainya.
Proses sosialisasi budaya tersebut dibagi menjadi dua, yaitu :
a.       Assimilasi
Yaitu proses sosial dimana ada dua golongan manusia dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul dalam waktu yang lama sehingga menjadi suatu kesatuan.
b.      Akulturasi
Dimana suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur – unsur dari budaya asing sehingga lama kelamaan budaya asing itu melekat tanpa menghilangkan kebudayaan dirinya sendiri.

C.     Interaksi Individu dan Masyarakat
Dalam melangsungkan kehidupan dan untuk memenuhi kebutuhan, manusia tidak dapat mencukupinya sendiri. Perlu adanya bantuan dari manusia atau individu lain untuk memenuhi kebutuhan hidup. Hubungan sosial tak dapat dihindari oleh setiap individu, dengan itu manusia melakukan interaksi sosial.
Berbicara tentang interaksi, maka perlu diketahui apa sebenarnya arti interaksi itu. Interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan-hubungan sosial yang dimanis. Menurut para ahli ilmu psikologi sosial bahwa interaksi adalah saling berhubungan antar dua manusia atau lebih, dimana manusia yang satu terhadap yang lain saling mempengaruhi.
Interaksi sosial dapat terjadi bila antara dua individu atau kelompok terdapat kontak sosial dan komunikasi. Dengan proses sosial yang dimaksudkan bahwa apabila individu-individu dan kelompok-kelompok bertemu dan mengadakan sistem perhubungan mengenai cara-cara hidup yang telah ada. Proses sosial dapat terjadi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok. Dengan cara yang satu memberi dorongan kepada yang lain, yang dibalas atau direspon dengan reaksi secara timbal balik.
Interaksi sosial memiliki aturan, dan aturan itu dapat dilihat melalui dimensi ruang dan dimensi waktu dari Robert T Hall dan Definisi Situasi dari W.I Thomas. Hall membagi ruangan dalam interaksi sosial menjadi 4 batasan jarak, yaitu jarak intim, jarak pribadi, jarak sosial, dan jarak publik. Selalin aturan mengenai ruang Hall juga menjelaskan aturan mengenai Waktu. Pada dimensi waktu ini terlihat adanya batasan toleransi waktu yang dapat mempengaruhi bentuk interaksi. Aturan yang terakhir adalah dimensi situasi yang dikemukakan oleh W.I. Thimas. Definisi situasi merupakan penafsiran seseorang sebelum memberikan reaksi. Definisi situasi ini dibuat oleh individu dan masyarakat.
Menurut Charles P.Loomis sebuah hubungan bisa disebut interaksi jika memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
1.      Jumlah pelakunya dua orang atau lebih
2.      Adanya komunikasi antar pelaku
3.      Adanya dimensi waktu yang meliputi, masa lalu, masa kini dan masa yang akan dating
4.      Adanya tujuan yang hendak dicapai
Untuk lebih jelasnya tentang interaksi sosial dapat diikuti uraian berikut ini:
a.      Faktor-faktor yang Mendasari Berlangsungnya Interaksi Sosial
1.      Imitasi
Imitasi yaitu tindakan meniru oranglain. Faktor imitasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses interaksi sosial. Salah satu segi positifnya adalah bahwa imitasi dapat membawa seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah yang berlaku. Gabriel Tarde yang beranggapan bahwa seluruh kehidupan sosial itu sebenarnya berdasarkan pada faktor imitasi saja. 
2.      Sugesti
Sugesti ini berlangsung apabila seseorang memberikan pandangan atau sikap yang dianutnya, lalu diterima oleh orang lain. Biasanya sugestimuncul ketika sipenerima sedang dalam kondisi yang tidak netral sehingga tidak dapat berpikir rasional.
3.      Identifikasi
Identifikasi merupakan kecenderungan atau keinginan seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain (meniru secara keseluruhan).
4.      Simpati
Simpati merupakan suatu proses dimana seseorang merasa tertarik kepada pihak lain. Melalui proses simpati orang merasa dirinya seolah-olah dalam keadaan seperti yang orang lain alami.
5.      Empati
Empati merupakan simpati yang mendalam yang dapat memengaruhi kejiwaan dan fisik seseorang. Biasanya berupa bantuan langsung kepada orang yang membutuhkan pertolongan.

b.      Syarat-syarat Terjadinya Interaksi Sosial
Interaksi sosial dapat terjadi karena adanya:
1.      Tindakan Sosial
Menurut Max Weber Tindakan Sosial adalah tindakan seorang individu yang dapat mempengaruhi individu-individu yang dapat memengaruhi individu-individu lainnya dalam masyarakat. Jadi, tindakan sosial adalah tindakn yang memengaruhi individu lain dalam masyarakat dan meruapakan tindakan bermakna. Yaitu tindakan yang dilakukan dengan mempertimbankang keberadaan orang lain.
2.      Kontak Sosial
Kontak sosial adalah hubungan antara satu pihak dengan pihak yang merupakan awal terjadinya interaksi sosial dan masing-masing pihak saling bereaksi meski tidak harus bersentuhan secara fisik. Maka kontak sosial dapat terjadi walaupun dua pihak hanya saling berhadapan atau bertatap muka.
3.      Komunikasi
Komunikasi adalah seseorang yang melakukan kegiatan informatif dengan oranglain. Dapat terwujud melalui pembicaraan, gerak-gerik badan, atau sikap yang menunjukkan perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut.

c.       Bentuk-bentuk Interaksi Sosial
Bentuk-bentuk interaksi sosial yang berkaitan dengan proses Assosiatif dapat terbagi atas bentuk kerja sama, akomodasi, dan asimilasi. Kerja sama merupakan suatu usaha bersama individu dengan individu atau kelompok-kelompok untuk mencapai satu atau beberapa tujuan. Akomodasi dapat diartikan sebagai suatu keadaan, dimana terjadi keseimbanga dalam interaksi antara individu-individu atau kelompok-kelompok manusia beerkaitan dengan norma-norma sosial dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Usaha-usaha itu dilakukan untuk mencapai suatu kestabilan. Sedangkan Asimilasi merupakan suatu proses di mana pihak-pihak yang berinteraksi mengidentifikasikan dirinya dengan kepetingan-kepetingan serta tujuan-tujuan kelompok.
Bentuk interaksi yang berkaitan dengan proses Dissosiatif ini dapat terbagi atas bentuk persaingan, kontravensi, dan pertentangan. Persaingan merupakan suatu proses sosial, di mana individu atau kelompok-kelompok manusia yang bersaing, mencari keuntungan keuntungan melalui bidang-bidang dalam kehidupan. Bentuk Kontravensi merupakan bentuk interaksi sosial yang sifatnya berada antara persaingan dan pertentangan. Sedangkan Pertentangan merupakan suatu proses sosial di mana individu atau kelompok berusaha memenuhi tujuannya dengan cara menantang pihak lawan yang disertai ancaman dan kekerasan.
Untuk tahapan proses-proses assosiatif dan dissosiatif Mark L. Knapp menjelaskan tahapan interaksi sosial untuk mendekatkan dan untuk merenggangkan. Tahapan untuk mendekatkan meliputi tahapan :
1)      Memulai (Initiating)
2)      Menjajaki (experimenting)
3)      Meningkatkan (intensifying)
4)      Menyatupadukan (integrating)
5)      Mempertalikan (bonding)
Sedangkan tahapan untuk merenggangkan meliputi:
1)      Membeda-bedakan (differentiating)
2)      Membatasi (circumscribing)
3)      Memacetkan (stagnating)
4)      Menghindari (avoiding)
5)      Memutuskan (terminating)



DAFTAR PUSTAKA

Sumber media cetak :
Sapriyana, Susilawati, dkk, 2009, Konsep Dasar IPS, Bandung : UPI Press
Tim Edukatif HTS, 2008, Modul Sosiologi X untuk SMA atau MA Semester         Gasal, Surakarta : CV Hayati Tumbuh Subur
Sumber media elektronik :
Setiawan, Agung, 2011, Dinama Interaksi Sosial dan Dilema Kepentingan   Individu dan Sosial, (http//4gungseti4w4n.wordpress.com/2011/03/24/dinamika-interaksi-sosial-dan-dilema-kepentingan-individu-dan-sosial/, diakses pada tanggal 09 September 2014)
Wibowo, Harso, Syarat Terjadinya Interaksi Sosial, (http//harsosmanwedi.wordpress.com/rpp-klas-x/, diakses pada tanggal 09 September 2014)

 


Friday, 17 February 2017

“Perbedaan SMA dan Kuliah”

sumber: google.com
Banyak dari kamu yang sering denger kalimat kayak gini: “Mumpung masih SMA, nikmatin dulu deh main-mainnya, nanti pas kuliah baru serius”, atau “Udah... Udah.. Selesai main-mainnya, udah mau kuliah juga... Kapan dewasanya?”.Atau mungkin kamu juga pernah denger ungkapan bahwa “Masa yang paling indah ya masa pas SMA”. Justru pas kamu lulus dari SMA, yang namanya FUN baru dimulai. Masa?

Udah jadi tugas perkembangan anak remaja seusia kamu juga sih untuk berkembang jadi dewasa, mendapatkan identitas diri, mulai menentukan arah peran di dunia, serta mulai larak-lirik calon pasangan yang ideal (menurut psikolog Erik H Erikson). Nah, lewat tulisan ini Tutotrial akan berbagi pengalaman soal dunia remaja, dewasa muda di perkuliahan. Dari artikel ini, mungkin kamu bisa dapet pemahaman baru soal apa yang bisa kamu eksplor selama kuliah, dan mungkin kamu bisa dapet gimana serunya kehidupan kampus.

SEGI KELAS DAN AKADEMIK
1. Kuantitas isi kelas

Dari jumlah orang dalem kelas dulu aja deh. Di sekolah, paling banyak kamu ngerasain sekelas 45-an orang. Kalo di universitas, walaupun banyak juga kelas-kelas kecil yang isinya 15-20 orang, kamu kemungkinan bakal ngerasain kelas super gede yang isinya bisa lebih dari seratus mahasiswa. Selain itu, kebanyakan SMA kan kelasnya kelas tunggal tuh, dalam artian sepanjang tahun kelas kamu itu ituuu aja. Nah pas kuliah, kelas tuh dinamis. Kamu harus pindah-pindah kelas sesuai mata kuliah. Udah gitu, kamu bisa aja sekelas gak sama temen-temen seangkatan kamu doang, tapi bisa aja sama senior yang ngulang atau baru ngambil mata kuliah tersebut, atau sama junior yang ngambil mata kuliah padahal belum waktunya.
2. Belajar di tahun pertama kuliah
 
Biasanya, kalo kamu baru masuk di tahun pertama kuliah, mata kuliah semester 1 biasanya dibikin paket biar kamu ga terlalu kaget sama metode Sistem Kredit Semester (SKS) yang berlaku di hampir semua universitas di Indonesia (dengan perkecualian beberapa jurusan/universitas yang emang bertujuan buat nyetak tenaga ahli/ikatan dinas). Nah, selama kamu ngejalanin semester 1, kamu bakal dipandu oleh dosen atau senior kamu buat ngertiin sistem SKS, dan mulai bikin tujuan akademik buat semester 2 dan selanjutnya.
3. Belajar suka-suka
Nah ini dia nih, tujuan akademik. Di SMA kan kamu harus bener-bener ngikutin semua mata pelajaran yang disediain sama sekolah kamu. Setahun penuh itu-ituuuu mulu. Nah di kuliah ini, kamu punya fleksibilitas buat ngambil, nunda, ngedrop, atau nyodok mata kuliah sesuka hati. Namun tentu aja yah, ada konsekuensi masing-masing yang harus kamu tanggung. Tapi santai lah, namanya juga mahasiswa. (btw ngedrop mata kuliah itu artinya kamu udah ambil mata kuliah, tapi di tengah jalan kamu males dan mata kuliah itu kamu tinggalin, sedangkan nyodok itu artinya kamu ambil mata kuliah yang seharusnya belum tersedia buat angkatan kamu, tapi kamu udah menuhin persyaratan untuk ikut mata kuliah tersebut)

4. Dosen Pembimbing (Dospem)
Hampir semua universitas nyediain satu atau lebih dosen pembimbing akademik untuk tiap-tiap mahasiswa. Dosen pembimbing akademik (PA) ini bertugas untuk memandu rencana perkuliahan kamu biar sesuai sama minat dan kemampuan yang kamu punya. Nah, ini nih yang jadi malaikat pelindung kamu selama kuliah. Usahain lah punya hubungan yang baik sama PA. Tiap lebaran/natalan usahain dateng ke rumah atau kasih bingkisan pas di kampus. Bukan buat nyogok tapi yeh, cuma sekadar mempererat hubungan. Nggak ada kan yah di SMA yang kaya-kaya gini? Palingan guru BK. Itu juga nggak spesial nanganin kamu doang. Kalo PA tuh eksklusif hanya melayani diri anda seorang.
 
5. Kelaparan makan buku
Buku! Pas SMA biasanya kamu cuma pake satu buku untuk satu matpel (palingan ditambah satu LKS). Tapi pas kuliah, biasanya buku paket emang juga cuma satu tiap mata kuliahnya, tapi demi menunjang kemantapan pemahaman kamu, kamu pasti bakal butuh referensi lain untuk mata kuliah tersebut. Nah, kamu bisa baca-baca deh buku-buku terkait di perpustakaan jurusan kamu, atau browsing-browsing hal terkait di Internet. Tenang aja, kalo kamu ambil kuliah sesuai minat, hal ini gak akan jadi beban, malah jadi hal yang otomatis kamu lakuin.
 
6. Praktik dan penelitian
Pas kuliah, terutama kamu yang ngambil gelar sarjana, kamu bakal bener-bener bikin penelitian ilmiah beneran. Nggak cuma sekadar belah-belah perut kodok atau netes-netesin cairan cuka ke tabung reaksi. Tapi, kamu bakal diajarin gimana caranya nyusun penelitian ilmiah dengan metode yang tepat dan cara penghitungan yang paling akurat, untuk masing-masing disiplin ilmu. Inget yah, yang namanya sains, science, ataupun ilmiah itu bukan cuma terbatas sama ilmu pasti dan ilmu alam. Tapi juga termasuk ilmu-ilmu sosial kaya Sosiologi, Sejarah, Antropologi, Ekonomi, Psikologi, Hukum, Komunikasi, dsb. Dengan kamu memasuki jenjang sarjana di jurusan apapun, kamu berarti udah teken kontrak untuk jadi seorang ilmuwan, dan emang sarjana itu pada dasarnya emang artinya sama kayak ilmuwan. Keren kan?
 
Penelitian yang bakal kamu bikin (yang biasanya disebut sebagai jurnal, artikel, skripsi, dll), merupakan pencapaian intelektualitas terbesar kamu sebagai mahasiswa. Jadi, sebagai saran ya jangan buru-buru deh buat nyelesain skripsi tapi asal jadi, tapi usahain maksimalin sumber daya kamu termasuk waktu buat bikin skripsi kamu jadi se-oke mungkin. Mata kuliah yang lainnya merupakan bumbu tambahan buat pengetahuan kamu dalam menyusun penelitian kamu tersebut.
 
7. Tanya sama ahlinya
Bedanya sama guru di SMA, para dosen dan profesor di universitas/institut biasanya punya jam kerja rutin tiap hari kaya orang kantoran. Jadi, kamu bebaaasss banget buat ngehubungin mereka. Nggak usah sungkan, nggak usah ragu. Kamu bukan anak sekolahan lagi yang harus takut-takut masuk ruang guru. Tinggal masuk aja, halo pak, bu, mas, mbak, saya mau nanya ini itu. Selow. Percaya deh, dosen-dosen emang berniat jadi dosen salah satunya karena mau ketemu orang-orang yang doyan nanya kayak gini, mereka pasti seneng. 
 
 
SEGI SOSIAL DAN NON AKADEMIK

Nah, sekarang kita masuk ke bagian lebih serunya nih: kehidupan sosial pas kuliah yang pastinya cuma bisa kamu dapetin di bangku kuliah. Kayak apa aja sih?
  1. Nongkrong! Nongkrong pas kuliah beda banget sama nongkrong pas SMA. Jaman SMA, nongkrong cuma bisa dilaksanain pas weekend atau abis jam sekolah (itu juga kalo ga cape abis bimbel ini itu). Pas kuliah, kamu bisa nongkrong kapan pun kamu mau. Inget di masa kuliah, bolos itu bukan artinya dosa besar yang layak disidang terus dipanggil orangtuanya ngadep dosen. Kamu berhak memutuskan ke mana langkah kamu dan mengatur waktu kamu, termasuk juga memutuskan untuk gak kuliah demi mengerjakan banyak hal yang menurut kamu lebih penting atau mendesak.
  2. Nah, dari segi obrolan pun biasanya beda nih. Kalo pas SMA kamu pasti kalo nongkrong justru ngindarin abis-abisan ngebahas pelajaran. Kalo pas kuliah, apalagi kalo kamu kuliah di universitas/institut yang emang favorit, biasanya isi obrolan bakal sedikit-sedikit ada lah yang disambungin sama bahan kuliah. Tapi, emang ini sih inti dari kegiatan sosial pas kuliah, terutama kalo kamu masuk jurusan yang emang kamu minatin. Pelajaran bakal dengan sendirinya kamu aplikasiin ke kehidupan kamu sehari-hari. Kamu bakal dengan senang hati ngebahas ini sama temen-temen kamu. Nggak usah jauh-jauh dulu. Sekadar bahas aja dulu sambil becanda nongkrong-nongkrong sama temen-temen. Hati senang, ilmu pun bertambah. Welcome to college life!
  3. Pas kamu SMA, paling kamu cuma bisa nongkrong sama temen-temen satu geng. Pas kuliah, kamu bisa punya kesempatan buat nongkrong sama semua temen-temen di angkatan kamu, terus juga bisa nongkrong sama senior-junior tanpa ada rasa sungkan atau malu.
  4. Kalo di kampus itu, yang namanya ospek, biasanya gunanya bukan buat gencet-gencetan macem SMA, tapi buat ngedeketin antar angkatan. Senior ataupun junior pas kuliah itu ada bagusnya juga dikenalin, soalnya kan bisa banget kita nanti sekelas sama mereka. So, daripada bengong di kelas nggak ada yang dikenal, lebih baik pasang muka tembok di awal buat bisa kenal sama mereka. Ngaruh banyak deh nanti kalo kamu punya banyak kenalan di setiap angkatan.
  5. Dosen! Eits jangan salah, hampir di setiap universitas/institut bakal ada dosen-dosen (biasanya muda) yang mentalnya tukang nongkrong sama mahasiswa. Mereka lebih suka ngasih ilmu tambahan dengan 'settingan nongkrong' di kantin atau kafe terdekat. Biasanya dosen-dosen kayak gini emang dari zaman kuliahnya emang udah anak nongkrong. Dengan kamu deket sama dosen-dosen, kamu bisa juga kebanjiran proyek penelitian buat bantuin dia. Lumayan banget tuh ilmunya. Kamu bisa terjun langsung ke masyarakat dengan status yang masih mahasiswa. Ilmu dapet, pengalaman dapet, duit juga (terkadang) dapet!
  6. Hubungan 'ekstra' pertemanan. Hehehe… ini emang juga kadang jadi tema sentral hubungan sosial pas kuliah. Emang paling beberapa di antara kamu udah mulai menjalin hubungan ekstra pertemanan pas SMA (entah itu pacaran kek, HTS-an kek, “jalanin dulu aja” kek). Tapi pas kuliah, ada baiknya kita bereksperimen sama hal yang namanya cinta. Jadian ama temen sekampus sejurusan, jadian antar jurusan, jadian ama senior, malu-malu deketin junior yang cakep/ganteng, malu-malu gara-gara dideketin sama anak S2, digodain dosen muda, dsb. Hal ini rada penting karena menurut Erik Eriksson, tugas perkembangan remaja salah satunya juga mencapai identitas karir dan intimacy, yaitu cara kita berhadapan dan menjalin hubungan dengan orang-orang “spesial”. Tapi hati-hati aja yaa.. konon urusan asmara ini salah satu faktor yang paling signifikan ganggu urusan akademis kamu bahkan sampai jadi berujung D.O. So beware bero, sist.. You have been warned !
  7. Waktu luang yang kamu punya pas kuliah jauuuh melebihi pas SMA. Kamu sebaiknya gunain waktu ini buat ngeksplor minat-minat kamu yang lain. Di kampus nanti banyak banget wadah yang bisa nampung minat-minat terpendam ini. Ada yang namanya UKM (unit kegiatan mahasiswa, semacam ekskul pas kuliah lah) yang isinya macem-macem. Mulai dari jurnalistik, olahraga, musik, club debat, outdoor adventure kayak naik gunung, teater, dsb. Yang minat organisasi, ada juga Badan Eksekutif Mahasiswa (mirip sama OSIS pas SMA). Tapi inget, masa kuliah itu emang masa paling efektif buat ngebangun jejaring sosial biar lebih luas. Kamu jangan sampe deh jadi mahasiswa kupu-kupu. Alias kuliah-pulang, kuliah-pulang.
  8. Buat yang minat-minat join sama organisasi-organisasi skala nasional ataupun internasional, saatnya kamu mulai dari kuliah! Yang minat politik, kamu bisa aja join partai atau gerakan muda kepartaian, atau kesatuan-kesatuan aksi mahasiswa. Yang doyan lingkungan hidup bisa join organisasi macem Greenpeace, WWF, PETA, dsb. Yang doyan luar negeri luar negerian bisa join organisasi kayak AIESEC. Kalau kamu nggak ketemu organisasi yang sesuai sama misi kamu, kamu bahkan bisa bikin sendiri! Kumpulin temen-temen yang satu visi, terus bikin deh organisasi. In short, Carpe Diem! Seize the day! Raihlah harimu!


Wednesday, 24 September 2014

KEPO MUST BE SMART!

Kuper merupakan julukan bagi remaja yang ketinggalan zaman, kebanyakan remaja tidak ingin mendapat cap tersebut karena dianggap akan menurunkan gengsi mereka. Akhirnya banyak remaja yang mengekspresikan diri mereka melalui berbagai aktivitas. Misalnya eksis di sosial media ataupun bergabung dengan kelompok-kelompok pertemanan yang seringkali disebut Gank. Muncullah istilah baru yang berhasil menempel pada kehidupan sehari-hari. Kepo, satu kata ini bukan hal yang asing di telinga remaja Indonesia. Penjabaran dari kata Kepo itu sendiri adalah sebuah rasa keingintahuan tentang hal-hal baru dan informasi terkini di sekitar. Namun sering kali kita kurang cakap untuk mencari informasi tersebut. Peribahasa lama yang berbunyi, “Malu bertanya sesat dijalan” berubah menjadi kebiasaan yang berlebihan dan bahkan membuat oranglain kerepotan.
          Kita fokuskan pada aktivitas di sosial media.
          Status yang berbobot diserbu banyak orang. Likers berjibun, komentar menggunung. Bukankah itu sebuah prestasi tersendiri? Dan yang sering merasakan hal tersebut adalah pemilik grup ataupun fanpage. Kebiasaan bertanya memang bagus dan dapat menambah wawasan. Tetapi kita juga harus menjadi penanya yang cerdas. Muncul perintah dari sang pemilik tulisan seperti berikut, “Biasakan membaca terlebih dahulu!” Ya, itu memang benar. Perihal dengan yang disebutkan sebelumnya, kita masih kurang cakap dan kurang teliti dalam mencari informasi-informasi yang dicari. Kita sudah terbiasa instan, menginginkan segalanya cepat. Akhirnya mudah mengklik tombol komentar tanpa memahami isi informasi tersebut terlebih dahulu. Padahal sang admin telah menjelaskan dan memberikan kode/link untuk menggiring kita pada informasi selengkapnya. Untuk selanjutnya kita harus lebih teliti, lebih tanggap, dan lebih cerdas dalam mengorek informasi yang dicari.
            Menjadi kepoers yang cerdas.
         Bacalah poin pentinng dalam postingan atau artikel yang kamu baca. Apabila rasa penasaranmu muncul, bacalah komentar orang-orang sebelumnya. Biasanya terdapat pertanyaan yang sama seperti pertanyaan yang ingin kamu ajukan, dan pasti ada jawaban dari anggota lain ataupun pemilik postingan tersebut. Jika rasa keingintahuanmu semakin menjadi-jadi, perhatikan lebih detail dan pahami lagi postingan tersebut. Kadang-kadang ada link yang akan membawamu ke informasi selengkapnya. Dan jika semuanya telah kamu baca, dan pertanyaanmu belum terjawab, barulah tanyakan dengan ramah dan selengkap-lengkapnya. Ini berlaku juga bagi informasi lain (artikel berita) yang belum tentu kebenarannya. Jangan mudah percaya dengan informasi yang masih janggal. Carilah kebenarannya terlebih dahulu. Hilangkan kebiasaan meng-judge tanpa bukti. Cobalah menjadi pribadi yang menyenangkan dan mengertilah perasaan oranglain.
          Beberapa tips menjadi orang kepo yang cerdas sudah dijabarkan, semoga bermanfaat dan dapat menambah ilmu. Dan memang benar menurut peribahasa, jika malu bertanya kamu tidak akan mendapat pengetahuan baru.

Friday, 16 May 2014

JKT48 'Direct Selling' in Cirebon

Friday !!! 
Ada apa di hari jumat ini? Coba tebak~


Hari ini di tanggal 16 Mei, tiga member dari idol grup JKT48 mengunjungi Cirebon untuk bertemu fans dalam acara direct selling 5th single 'Flying Get'. Acara dimulai dari jam 14.30 WIB. Sebelum itu kami dihibur oleh cover song JKT48 dan mendengarkan live siaran Nuansa Radio dengan guest star-nya tentu saja JKT48 (Beby, Delima, Gaby). Mobil yang mengantar sang idola pun datang, lensa kamera berebut untuk membidik paras cantik ketiga member. Sayangnya lensa kameraku kurang beruntung. Ratusan orang yang datang mulai membentuk antrian rapih untuk menunggu giliran masuk stand dan bertemu ketiga member.

Beby, Delima dan Gaby secara langsung menyerahkan CD single mereka. Dengan senyum mengembang, mereka berhasil membuat Fans Cirebon terpesona. Hadiah berupa Hi-5 sangatlah berharga, kami sebagai fans juga mencuri-curi waktu untuk mengucapkan sepatah duapatah kata kepada mereka. Kami berharap JOT (JKT48 Operational Team) akan memasukan Cirebon kedalam list konser JKT48.

Satu jam berlalu, inilah saat yang ditunggu-tunggu. Ketiga member akan menyapa fans Cirebon. Keriuhan mulai terasa, aksi dorong menjadi hal yang wajar. Karena diawal aku gagal mengambir gambar, kuputuskan mengambil dokumentasi lewat video. Yes, berhasil! Dan foto, kuminta dari teman. Nada bicara yang sangat bersahabat, membuat kami semakin kagum terhadap mereka. Senang rasanya jika semua member bisa ke Cirebon. Mereka harus merasakan makanan khas Kota Wali.

Terimakasih untuk hari ini, Beby-Delima-Gaby ajaklah member yang lain ke Cirebon yaaa. Semoga Cirebon menjadi pertimbangan JOT dan dapat masuk list konser JKT48.

Ini dia beberapa dokumentasinya : 

Mobil ini sangat beruntung pernah mengantar ketiga member >_<

Suasana antrian :) 


Beberapa FansJKT48 sedang menceritakan kesan mereka setelah bertemu idol


INI DIA TIGA MEMBER JKT48!!!
Maaf cuma punya dua pic dan kurang memuaskan ya.


Ini ala2 testimoni gitu xD (Fatimah, Tria, Intan) CHESE!! CEKREK!

Wednesday, 9 October 2013

Be A Professional Artist

Sobat~~ Yakin kalian siap jadi seorang publik figur alias artis??
Ga takut di kejar-kejar wartawan infotaimen? Atau dibenci oleh banyak anti fans? 
_______________


Berada di dunia hiburan terlihat menyenangkan dan penuh kemewahan. Apalagi jika kita dapat dikenal oleh masyarakat. Sebuah mimpi yang tergantung di atas awang-awang ya. Tria juga sama seperti sobat, pernah bermimpi menjadi seorang artis terkenal dan bisa sayhai dengan fans kita. Haha lucu jika mengingat lamunan itu :D.

Setelah berpikir lagi, ternyata menjadi seorang publik figur itu tidak semudah yang kita kira. Termasuk artis-artis yang tenar lewat Youtube. Namanya juga 'artis' berarti seseorang yang mempunyai segudang talenta yang dapat menginspirasi oranglain. Pekerjaan sebagai aktris/aktor, penyanyi, presenter, da'i, dsb itu memiliki tanggung jawab yang berat dan mereka bisa kapan saja terdepak dari dunia hiburan kecuali bagi mereka yang profesional. Nah, ayo sobat kita bahas bersama tentang bagaimana menjadi aktris/aktor profesional ;).

...

Siapa yang gemar nonton drama/sinetron???
Apa komentar kalian setelah menonton drama tv tersebut? Kerenkah? Aktingnya kurang baguskah? 
Untuk cewek-cewek pasti ketagihan nonton K-Drama yang artis-artisnya ganteng dan cantik, ceritanya menyentuh, durasi dan episode tidak terlalu panjang, terkonsep dengan baik, dan masih banyak keunggulan lainnya. Tahukah sobat, Ayah Tria aja sampai pernah ketagihan nonton Dong Yi dan Pasta yang tayang di Indosiar, kalau Ibunya Tria suka sekali dengan Sae Byuk (Yoona SNSD) di Youre My Destiny dan selalu staytune setiap sore. Nah, memangnya kenapa kebanyakan kita lebih menyukai K-Drama daripada Sinetron dalam negeri? O.o

1. Tampilan yang belum menarik
Banyak yang berkomentar bahwa Sinetron dalam negeri itu kurang menarik, dari segi tulisan, efek, musik, shoot-nya, dll. Ada juga yang bilang kalau Sinetron kita itu masih Jadul. What Jadul?? O.o

2. Durasi dan episode terlalu panjang
Sebagian besar Sinetron kita berhasil tembus sampai episode 100+, wow ^^. Kalau Tria boleh memberikan saran, harus lebih pintar-pintar lagi mengemas cerita jika ingin memperpanjang episode karena hakikat manusia sendiri itu cepat jenuh. Pasti masyarakat juga akhirnya hanya bisa menghardik dan menghujat.

3. Banyak kemiripan antara sinetron A dengan B yang tayang di TV seberang
Haha, sedikit lucu membaca judul ini. 
Ya begitulah, Tria sering sekali mendengar celaan dari teman-teman di Twitter bahwa negara kita itu sering ngejiplak terutama drama dan musiknya. Eitss, I don't agree. Walaupun memang benar sering ditemui kemiripan-kemiripan di setiap cerita, itu wajar asalkan tidak sama. Tria sangat tidak suka jika seseorang mencela sampai berlebihan seperti itu. Sekali lagi, Indonesia bukan plagiator, jika kalia bilang begitu berarti kamu juga seperti itukan? :)

4. Kurangnya profesionalisme dari aktris/aktor
Pernah liatkan di sinetron kalau si tokoh utama perannya menjadi penyanyi tapi setiap manggung suara oranglain yang muncul? Atau ketika jadi super hero, saat adegan berantem digantiin dengan stuntman. Nah, hal-hal seperti ini harapkan sedikit demi sedikit mulai menghilang. Ingatkan sobat, namanya juga artis, mereka haruslah multi talen :). Tria setuju dan suka sekali dengan sistem TRAINEE (pelatihan), dimana sebelum debut si artis harus belajar hal-hal baru yang akan mereka temui di dunia hiburan khususnya dunia akting. 
Dari berlatih vocal karena suatu saat mendapat peran penyanyi, berlatih bela diri karena mungkin akan mendapat tokoh badboy, berlatih/belajar memasak karena suatu saat akan mendapat peran sebagai koki, berlatih dance, dan harus mengetahui pengetahuan umum lainnya. Berat bukan? Maka tak heran jika kita mendengar artis Korea bisa menjalani trainee selama 10 TAHUN!!

Tria punya rekomendasi untuk beberapa sinetron Indonesia yang sudah cukup bagus, ini dia:
SM☆SH kembali setelah hampir 2 tahun vakum di dunia entertainment. Sebelumnya sebagian dari mereka ada yang meneruskan sekolah di luar negeri, sebagian lagi menjalani aktivitas masing-masing dengan bersolo karir. Lalu apa yang membuat mereka kembali dan memutuskan untuk kuliah di Toro University?
Di kampus baru ini, SM☆SH betemu dengan CANDY (Faby Marcelia) seorang cewek band yang tomboy dan gemar makan permen karet. Candy yang tergabung dalam band ‘Bubble Gum’ bersama 2 temannya Raka & Candra (Joshua Otay & Aira Sondang), tak menyukai kedatangan SM☆SH di kampus mereka karena mereka termasuk Antis (anti SM☆SH). Ada juga kisah Morgan yang kini bertemu dengan cewek misterius asal Jepang bernama Hime (Aelke Mariska). [adelyaromadlona.blogspot.com]

Yasmin (Michelle Ziudith) berangkat ke Paris atas undangan Pusat Kebudayaan untuk membuat pameran fotografi. Sesampainya di sana, ia tidak menemukan Rafa (Rio Dewanto), sahabat semasa kecilnya, yang ternyata terlambat menjemput. Kejadian tidak menyenangkan pun menimpa Yasmin, dua orang berandal menjambret kamera miliknya. Beruntung ada Reno (Dimas Anggara), pemuda kaya raya asal Indonesia, yang sigap menolong Yasmin.
Dalam kondisi bingung, Yasmin yang berjalan kaki secara tidak sengaja menabrak Aqila (Yunita Siregar) hingga iPad milik Aqila jatuh dan hancur. Lantaran Yasmin tidak memiliki uang untuk mengganti Ipad tersebut, Aqila lantas memaksa Yasmin membantu membereskan apartemen miliknya. [id.wikipedia.org]

Gara-gara kehadiran Angel, niat Kelvin untuk memberi kejutan gagal total. Awal liburan semester Kelvin memang sengaja berangkat ke Seoul, Korea Selatan, untuk membuat kejutan pada Nina. Saat itu Nina bersama Pricilla, Sivia, dan Iffi sedang berada di Seoul untuk latihan bersama artis-artis di bawah naungan SM City. Tanpa diduga, Angel ternyata menyusul ke Seoul. Di Korea, Nina mendapat teman baru bernama Bang Wook, vokalis berdarah campuran Indonesia dan Korea yang memiliki nama asli Bambang Purwoko. [id.wikipedia.org] 

SETELAH menunggu selama lima tahun, Pondok Pesantren Darussalam mendapat tamu istimewa. Mereka adalah Nada dan Wahyu Subuh Junior, masing-masing merupakan anak dan cucu Kyai Besar. Kedatangan mereka tentu saja ditunggu-tunggu warga pondok, termasuk Najib yang diam-diam masih mencintai Nada. Sementara Najib telah menikah dengan Aisyah, dan memiliki anak bernama Ashar Magrib.
Kyai Besar berharap Wahyu Subuh Junior dapat melanjutkan kepemimpinan di pondok pesantren, sekaligus membuat Pesantren Darussalam modern. Sayang Wahyu Subuh Junior enggan tinggal di pondok yang menurutnya kampungan, dan berniat balik ke luar negeri. [sctv.co.id]

...

Masih mau jadi artis? Mau dong~~ Jangan putus asa dulu, dibalik kesusahan pasti terdapat masanya kita tersenyum. Jangan putus impian setelah membaca ini ya sobat...haha, terus semangat!! :D
Semua impian dan cita-cita itu perlu perjuangan, apapun mimpimu. Tidak bisa didapatkan secara gratis. Tria juga sampai sekarang belum bisa menjadi penulis profesional dan masih sangat amatir, ingat ya sobat semuanya itu butuh proses ;). Keep smile ^^.

Semoga tulisan Tria bermanfaat bagi kalian sobat, see ya~~

Tuesday, 8 October 2013

Siapkah Kamu Menonton Running Man?

Pertama kali ditayangkan tanggal 11 Juli 2010 di SBS. Acara ini merupakan lanjutan dari variety show Korea juga, Family Outing. Pembawa acara sekaligus pemainnya adalah Yoo Jae-Seok. Variety show ini menampilkan beberapa permainan yang dilakukan pertim, dapat 2 tim, 3 tim maupun 4 tim. Kadang seseorang berbuat curang untuk dapat memenangkan permainan, namun Production Team (PD) sering menyatakan bahwa pelanggaran itu tidak sah. Di antara pemain ini, terdapat juga VJ, yang selalu mendamping pemain dalam jalan permainan. [wikipedia.org]


Sobat~~ Kalian mungkin adalah Runers sejak Running Man tayang perdana. Tria sendiri baru kenal RGS (Reality Game Show) ini ketika dikenalkan oleh kakak pada tahun 2012. Kesan pertamanya biasa-biasa aja, dan pada suatu ketika nonton episode 27 yang bintang tamunya TVXQ. Itulah pertama kali Tria tertawa terbahak-bahak akibat Running Man. Besok, besoknya, besoknya lagi minta kakak muterin episode lanjutannya. Jadi ketagihan.

Kenal Grasshopper, Big Nose, Tiger, Monday Boyfriend, Haroro, Giraffe, Ace, dan Flower Joong-ki ^^.
Mereka konyol, cerdas, lucu, curang, tapi mereka semua ngangenin...Dan sayangnya mereka batal untuk ke INA disebabkan alasan tertentu. Dalam acara RM sangat alamiah, seperti tak ada akting sedikit pun tetapi tetap terkonsep. Tria paling ga kuat kalau ada salah satu member kalah/dibully/dibohonghi oleh member lain/berkorban untuk member lain dll. Kasihan sekali.

RM juga dapat menjadi hiburan, pembelajaran, memotivasi untuk lebih cerdas, dan pantang menyerah. Banyak sekali pelajaran didalamnya. Tapi harus waspada pada tingkah-tingkah konyol mereka, bagi sobat yang punya penyakit jantung harus hati-hati *?* :D.

RM tayang setiap hari Senin pada waktu setempat.
 

Episode favorit Tria adalah 15, 27, 115, 147 ^^
Beberapa fotonya: 







Sudah siap nonton Running Man? :D
____________
Note : Tonton juga "Mission X" Di Trans TV, setiap hari Sabtu-Minggu PM 07.00

Kegiatan Pengembangan Pendidikan Karakter untuk Anak

Membangun Karakter untuk Anak-Anak— Mengajar anak-anak untuk memiliki moral dan nilai yang baik memang sulit, tetapi ini mungkin salah satu ...